Aku terlalu bodoh karena terlalu jatuh hati pada orang yang salah, jatuh hati pada orang yang tak pernah menyimpan cinta padaku. Aku tak begitu saja menyalahkannya! Dia tak patut untuk disalahkan, dia hanya korban dari cintaku dan dia terlalu baik mau mengerti akan cintaku padanya.
Aku di sini yang begitu tulus mencintaimu dan aku yang selalu berusaha ntuk mengerti dirimu kan selalu menanti dan menata hati lagi hingga bayanganmu pergi hingga tak ada lagi luka kurasa, hingga tak ada lagi kecewa yang terasa.
Kumasih dapat bertahan hingga kelak kau mengerti bahwa aku memang mencintaimu. Aku memang menyayangi, tapi aku tak rela tersakiti olehmu saat ini, esok dan sampai kapanpun.
Apa yang telah kulakukan padanya hingga dia begitu tega padaku, aku begitu percaya padanya hingga aku pun terluka olehnya.
Aku belum siap kehilangan kebahagiaan itu, aku masih ingin disayangi walau semua itu hanya kebohongan. Aku tak mau merasakan sakit hati ini lagi. Akankah sakit ini akan terganti saat ku melihat kebahagiaan orang yang kucintai.
(http://www.studentmagz.com/2011/04/cerpen-cinta-dan-sahabat.html)
GORESAN HATI
awalnya tak pernah terpikir olehku
tuk menjalani sebuah cinta dengannya
semua begitu indah
dia memberi awal yang begitu indah
hingga kumencoba
dan membuat dia sebagai sandaranku
semua kulalui dengan keceriaan
kau beri juta warna
hingga kumerasakan sebuah perasaan
yang gak pernah aku bayangkan
kau memberiku cinta
tapi disaat kenapa disaat
semua keindahan itu mulai aku rasakan
kau malah mengubahnya
menjadi sebuah kekecewaan belaka
kau beri tangis
setelah tawa yang kurasa
mungkinkah sikapku yang membuatmu berubah kepadaku
aku tak mengerti dengan semua ini
ketika semua langkahku mengatakan
aku lah orang terbahagia
tapi kenapa kau mengubahnya
aku lah orang yang penuh luka
mungkin aku gak bisa
menjadi apa yang kau inginkan
kenang aku disaat kau buka matamu
jadikan aku sebagai orang yang bisa untukmu
jangan kau jadikan aq bingkai hidupmu
(http://kisahdancerpen.blogspot.com/2010/02/puisi-patah-hati.html)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar