hati gue kembali tersentuh waktu ngeliat seorang kakek yang udah rapu jualan asongan di stasiun. salut bener gue sama beliau. dengan cara jalannya yang udah nggak secepat anak muda, dia masih tetep jualan buat jalanin hidupnya.
apalagi yang tadi gue liat, buat diri aja dia udah nggak kuat. tapi dengan semangat dan ngucapin "bismilahirohmanirohim" dia mampu buat diri lagi. HEBAT !!
jarang gue nemuin orang kayak gitu, biasanya yang gue liat. orang yang udah setua itu, kalau dia kurang mampu dia pasti bakal ngemis di jalanan. tapi ini nggak, dia nggak mw menadahkan tangannya buat dapetin uang. dia mau kalau uang yang dia dapet itu dari hasil jerih payah dia kerja.
jujur gue malu sama diri gue sendiri. gue yang masih muda belum tentu bisa kayak kakek itu. buat jajan, gue masih minta sama orang tua gue. dan ketika gue liat kakek itu, gue jadi punya spirit buat ngejalanin hidup gue dengan sekuat tenaga gue dan nggak mudak buat minta pertolongan orang lain. selama gue bisa buat ngelakuin itu, gue harus ngelakuin itu.
dan satu lagi "KALAU BISA DAPETIN YANG LUAR BIASA KENAPA HARUS KERJAIN YANG BIASA"
WELCOME GUYS !!!
my blog is my diary ..
so kalo ada yang merasa tersindir. saya selaku penulisnya mohon maaf lahir dan batin.
"one important thing, kalau ada dari postingan saya yang kurang atau gak kalian suka. kalian bisa langsung kritik saya (email, facebook atau twitter ---> alamatnya ada kok diblog ini)"
HAPPY READING :)
so kalo ada yang merasa tersindir. saya selaku penulisnya mohon maaf lahir dan batin.
"one important thing, kalau ada dari postingan saya yang kurang atau gak kalian suka. kalian bisa langsung kritik saya (email, facebook atau twitter ---> alamatnya ada kok diblog ini)"
HAPPY READING :)
Senin, 15 November 2010
KERETA EDAN !!!
gile bener. udah 2 hari berturut-turut kereta jabodetabek (jakarta-bogor) nggak bener.
kamaren (15/11/10) ada gangguan signal di stasiun ui, pasar minggu sampai manggarai.
gara-gara itu jadi telat sampe kampus. rute yang seharusnya naik kereta dari stasiun bojong gede sampai stasiun univ. pancasila. berubah jadi dari stasiun bojong gede sampai stasiun depok lama, dilanjutkan dengan naek angkot 05 dari depok lama sampai terminal depok baru, lalu di lanjutkan lagi dengan metromini jurusan depok-pasar mninggu sampai di univ. pancasila.
turun dari metromini, lari-lari ke gedung fakultas tercinta. dan dan dan, kelas dilantai 3, udah nunggu lift ternyata mesti nunggu lama lagi. langsung capcus nek tangga sampai lantai 3, sampe kelas kaki gue berasa copot.
tapi untungnya boleh masuk kelas sama dosen padahal waktu sudah menunjukan pukul 08.32 . walaupun tu sempet marah dikit dosennya, tapi nggak apa-apa lah yang penting bisa masuk kelas + nggak absen :)
hari ini (16/11/10) nggak ada gangguan signal sih. tapi oh tapi, keretanya pendek banget. tahu sendiri kalau naik kereta pagi tuh pasti bakal penuh. kereta panjang aja penuh apa lagi pendek. sumpek gue didalem. nyiumin bau ketek orang (oh my God). sekarang gue tahu kenapa badan gue nggak bisa gemuk, yaiyalah secara tiap hari gue dipress terus di kereta udah kayak KTP yang dilamintating.
dan ada 1 hal yang paling gue benci kalo udah naik kereta pagi. sepatu yang tadinya kinclong, bisa jadi ancur kalau udah di injek2 orang kereta. hhmmmm... sepatu gue udah kayak kena BANJIR BANDANG.
ya begitulah memang kalau naik kereta EKONOMI pagi. nggak ada enaknya, udah desek-desekan, bau dimana-mana, banyak tangan-tangan jail, plus lo nggak bakal bisa berdiri tegak klo udah didalem kereta itu.
buat yang blum pernah naik, mending cobain deh. buat pengalaman. hahaha.
SELAMAT MENIKMATI :)
kamaren (15/11/10) ada gangguan signal di stasiun ui, pasar minggu sampai manggarai.
gara-gara itu jadi telat sampe kampus. rute yang seharusnya naik kereta dari stasiun bojong gede sampai stasiun univ. pancasila. berubah jadi dari stasiun bojong gede sampai stasiun depok lama, dilanjutkan dengan naek angkot 05 dari depok lama sampai terminal depok baru, lalu di lanjutkan lagi dengan metromini jurusan depok-pasar mninggu sampai di univ. pancasila.
turun dari metromini, lari-lari ke gedung fakultas tercinta. dan dan dan, kelas dilantai 3, udah nunggu lift ternyata mesti nunggu lama lagi. langsung capcus nek tangga sampai lantai 3, sampe kelas kaki gue berasa copot.
tapi untungnya boleh masuk kelas sama dosen padahal waktu sudah menunjukan pukul 08.32 . walaupun tu sempet marah dikit dosennya, tapi nggak apa-apa lah yang penting bisa masuk kelas + nggak absen :)
hari ini (16/11/10) nggak ada gangguan signal sih. tapi oh tapi, keretanya pendek banget. tahu sendiri kalau naik kereta pagi tuh pasti bakal penuh. kereta panjang aja penuh apa lagi pendek. sumpek gue didalem. nyiumin bau ketek orang (oh my God). sekarang gue tahu kenapa badan gue nggak bisa gemuk, yaiyalah secara tiap hari gue dipress terus di kereta udah kayak KTP yang dilamintating.
dan ada 1 hal yang paling gue benci kalo udah naik kereta pagi. sepatu yang tadinya kinclong, bisa jadi ancur kalau udah di injek2 orang kereta. hhmmmm... sepatu gue udah kayak kena BANJIR BANDANG.
ya begitulah memang kalau naik kereta EKONOMI pagi. nggak ada enaknya, udah desek-desekan, bau dimana-mana, banyak tangan-tangan jail, plus lo nggak bakal bisa berdiri tegak klo udah didalem kereta itu.
buat yang blum pernah naik, mending cobain deh. buat pengalaman. hahaha.
SELAMAT MENIKMATI :)
Jumat, 12 November 2010
AUTISTIC CHILDREN
nggak nyangka kemaren bakal ketemu anak yang autis di dalem kereta. mmmm.. kasian. yang gue liat kemaren, anak itu nangis aja, dia juga nggak bisa ngomong selancar orang normal kayak kita. dan yang paling bikin gue salut adalah ibu dari anak autis itu. dia tegar banget, walaupun yang kemaren gue liat, dia dipukul-pukulin anaknya waktu anaknya itu nangis dan dengan sabar dia menenangkan anaknnya itu. emang, ibu yang memiliki autistic children harus punya kesabaran extra buat nanggepin anak mereka.
jadi inget sama buku LIA ( tempat khursus b.inggris ), di buku itu ( explore 3 intermediate, lesson 7 ) ada satu bagian yang membahas tentang autistic children.
dalam bagian itu, ada seorang ibu yang bernama Dyah Puspita ( Ita ). Ita menulis sebuah buku yang berjudul "Untaian duka, Taburan Mutiara".
Ita menceritakan pengalamannya mengurus autistic children. Ikhsan, dia adalah seorang anak autis Ita.
sebelumnya Ita mempunyai banyak kesulitan untuk mengahadapi anaknya. tapi dalam hatinya, ia yakin bahwa dibalik kesulitan pasti ada pelajaran dan itu akan membuat dia menjadi orang yang lebih baik. dia juga menyadari bahwa dia nggak sendiri, banyak orang yang juga mempunyai anak autis seperti dia.
ikhsan memiliki kecerdasan verbal yang lemah, dia nggak ngerti dengan apa yang diperintahkan buat dia. buat ngerespon waktu namanya dipanggil aja udah susah.
ikhsan hidup di dunianya sendiri. dia nggak ngerasa nyaman buat komunikasi sama orang lain. dia juga mempunyai rentang komunikasi yang nggak biasa. inilah yang nyebapin Ita agak susah buat nanggepin Ikhsan.
Ita mulai kembali semangat buat mendidik anaknya setelah dia bertemu dengan Aty Zafar. Ati Zafar adalah seorang ibu yang juga memiliki anak autis. dengan Aty, Ita merasa lebih kuat. dia menyadari kalau dia nggak sendiri. Ita dan Aty saling memberikan support dan saran tentang anak autis.
suatu saat, Aty pergi ke Australia bersama keluarganya untuk mengobati anaknya. saat Aty di Australia, ita tetap berkomunikasi kewat email atau telepon. tapi sayang, suatu ketika suami Aty menelpon Ita untuk memberi kabar kalau Aty sudah meninggal. Ita sangat sedih kehilangan Aty, sperti kehilangan salah satu dalam dirinya.
semenjak kepergian Aty, ita sangat frustasi. dia kembali merasa kalau dia sendiri dan nggak punya kekuatan lagi buat ngadepin anak autisnya.
tapi keberuntungan kemabli kepada Ita. setelah beberapa lama ditinggalkan Aty, Ita bertemu dengan Adriana S. Ginanjar ( Ina ). Ina membantu Ita untuk mewujudkan mimpi Aty untuk mendirikan suatu sekolah khusus untuk anak-anak autis.
dan akhirnya, mereka berhasil membangun sebuah sekolah khusus yang bernama Mandiga ( mandiri dan bahagia ). hasilnya, Ita bisa berbagi pengalaman dengan orang-orang yang mempunyai anak autis.
"kadang kita tidak memiliki banyak pilihan dan beberapa konsekuensi seperti orang lain. itu adalah tugas kita untuk bergabung tangan dan membuat hidup kita bermakna. kita, sebagai manusia, harus percaya Tuhan dan Tuhan akan membantu kita menjadi orang yang lebih baik."
jadi inget sama buku LIA ( tempat khursus b.inggris ), di buku itu ( explore 3 intermediate, lesson 7 ) ada satu bagian yang membahas tentang autistic children.
dalam bagian itu, ada seorang ibu yang bernama Dyah Puspita ( Ita ). Ita menulis sebuah buku yang berjudul "Untaian duka, Taburan Mutiara".
Ita menceritakan pengalamannya mengurus autistic children. Ikhsan, dia adalah seorang anak autis Ita.
sebelumnya Ita mempunyai banyak kesulitan untuk mengahadapi anaknya. tapi dalam hatinya, ia yakin bahwa dibalik kesulitan pasti ada pelajaran dan itu akan membuat dia menjadi orang yang lebih baik. dia juga menyadari bahwa dia nggak sendiri, banyak orang yang juga mempunyai anak autis seperti dia.
ikhsan memiliki kecerdasan verbal yang lemah, dia nggak ngerti dengan apa yang diperintahkan buat dia. buat ngerespon waktu namanya dipanggil aja udah susah.
ikhsan hidup di dunianya sendiri. dia nggak ngerasa nyaman buat komunikasi sama orang lain. dia juga mempunyai rentang komunikasi yang nggak biasa. inilah yang nyebapin Ita agak susah buat nanggepin Ikhsan.
Ita mulai kembali semangat buat mendidik anaknya setelah dia bertemu dengan Aty Zafar. Ati Zafar adalah seorang ibu yang juga memiliki anak autis. dengan Aty, Ita merasa lebih kuat. dia menyadari kalau dia nggak sendiri. Ita dan Aty saling memberikan support dan saran tentang anak autis.
suatu saat, Aty pergi ke Australia bersama keluarganya untuk mengobati anaknya. saat Aty di Australia, ita tetap berkomunikasi kewat email atau telepon. tapi sayang, suatu ketika suami Aty menelpon Ita untuk memberi kabar kalau Aty sudah meninggal. Ita sangat sedih kehilangan Aty, sperti kehilangan salah satu dalam dirinya.
semenjak kepergian Aty, ita sangat frustasi. dia kembali merasa kalau dia sendiri dan nggak punya kekuatan lagi buat ngadepin anak autisnya.
tapi keberuntungan kemabli kepada Ita. setelah beberapa lama ditinggalkan Aty, Ita bertemu dengan Adriana S. Ginanjar ( Ina ). Ina membantu Ita untuk mewujudkan mimpi Aty untuk mendirikan suatu sekolah khusus untuk anak-anak autis.
dan akhirnya, mereka berhasil membangun sebuah sekolah khusus yang bernama Mandiga ( mandiri dan bahagia ). hasilnya, Ita bisa berbagi pengalaman dengan orang-orang yang mempunyai anak autis.
"kadang kita tidak memiliki banyak pilihan dan beberapa konsekuensi seperti orang lain. itu adalah tugas kita untuk bergabung tangan dan membuat hidup kita bermakna. kita, sebagai manusia, harus percaya Tuhan dan Tuhan akan membantu kita menjadi orang yang lebih baik."
Selasa, 02 November 2010
Ketika Klepto beraksi
Setelah sekian lama merenung buat punya handphone bagus, jadi inget sama 2 klepto yang udah nyolong handphone terbagus yang pernah gue milikin. Itu adalah the worst moment yang gue alamanin.
Kejadiaannya waktu gue masih duduk dikelas satu SMA. Sang klepto itu adalah teman gue sendiri, sebut aja dia Lola. Mascot, itu adalah satu kata yang sering disebut temen-temen gue kalau ngeliat Lola. Mungkin karena tampang dan gayanya yang agak aneh dan lebay. Nggak pernah terpikir di pikiran gue kalau Lola itu adalah seorang klepto. Gue inget banget, tragedi itu terjadi pada bulan Agustus. Saat itu gue dengan 5 teman gue (termasuk Lola) pergi kerumah Rena buat ngebuat dekorasi kelas ( saat itu sedang di adakan lomba dekorasi kelas ).
Hari itu gue emang bener-bener sial. Kejadian buruk berturut-turut nimpa gue di hari yang menyesatkan itu. kesialan yang pertama adalah gue kekunci di kamar mandi rumah Rena waktu gue mau buang air kecil. Takut, sedih dan deg-degan yang gue rasain saat itu. awalnya gue stay cool dengan tetep nyoba buka pintu kamar mandi itu sendiri. Tapi lama-kelamaan itu pintu emang bener-bener nggak bisa kebuka. Akhirnya gue teriak, temen-temen gue yang lain langsung ngibrit buat bantuin gue bukain pintu sialan itu. setelah pintu itu bisa dibuka, gue keluar kamar mandi disambut dengan ketawa geli temen-temen gue yang ngeliat muka gue pucet kayak orang dikejar-kejar setan.
Kesialan kedua gue, yaitu handphone gue lenyap ditangan Lola sang klepto. Awalnya gue nggak sadar kalau handphone gue itu ilang. Gue baru sadar saat gue udah dirumah. Handphone lenyap, semua temen-temen gue teleponin buat nanyain dimana handphone gue itu. tapi nggak ada satu pun yang tau termasuk Lola. Setelah beberapa hari temen-temen gue jadi detektif buat gue, mereka nemuin hasil bahwa Lola lah yang udah ngembat handphone gue. Okeh, gue bisa ikhlas. Biarin aja deh biar Allah yang membalas.
Oiya, sebelumnya gue juga mau cerita. Lola itu emang sering mendapat perlakuan tidak enak dari orang tuanya. Menurut cerita yang sering dia ceritakan ke gue, dia sering di pukulin orang tuanya. Dan apabila dia dipukulin orang tuanya sudah pasti dia kabur kerumah gue dan nginep selama berhari-hari dirumah gue.
Keberadaan Lola di sekolah nggak bertahan lama. Di pertengahan kelas 2 SMA dia pindah sekolah. Dan sampai saat ini, gue nggak tahu dimana Lola berada.
Setelah beberapa bulan nggak punya handphone, akhirnya gue dibeliin handphone baru dengan tipe yang sama oleh bokap gue. Tapi, naas handphone itu pun nggak bertahan lama dicuri klepto seoson 2, Sebut aja dia Reno. Reno adalah senior gue, dia murid baru pindahan dari SMA tetangga. Nggak jelas apa alasan dia pindah sekolah.
Kenapa gue bisa kenal Reno ?? Reno adalah teman satu eskul gue (paskibra), dia mengaku sebagai anggota PPI angkatan 2006. Hebat itu adalah satu kata dari gue buat dia sewaktu tau kalau dia PPI. Sama kayak kasusnya Lola, nggak pernah ada di pikiran gue kalau Reno itu adalah seorang kleepto.
Hari itu ada jadwal latihan paskib. Semuanya dilapangan buat latihan baris-berbaris. Tas dan handphone gue taro di dalem kelas. Dan saat semua keluar kelas, Reno minta ijin kepada pelatih buat kekamar mandi dan saat itu lah handphone gue lenyap. Kebodohan gue kembali keulang, gue baru sadar handphone gue ilang dirumah. Ceramahan dari nyokap langsung nerpa saat nyokap tau kalau handphone gue ilang buat yang ke dua kalinya.
Saat itu gue blum tahu kalau Reno lah yang menggambil handphone gue. Keesokan harinya, saat latihan paskib juga. Salah satu teman gue juga kehilangan handphone. Bagusnya, dia sadar handphonenya ilang disekolah. Nangis-nangis lah dia, sampai acting adegan bunuh diri dengan minum pewangi lantai. Hal itu bikin Reno takut dan beberapa hari setelah itu handphone temen gue itu dikembalikan Reno secara sembunyi-sembunyi sedangkan handphone gue tetep jadi tumbal dan mungkin sekarang masih jadi pajangan di kamarnya dia :(.
Yang gue tahu tentang Reno sekarang, dia kuliah di salah satu universitas swasta di Bogor. Dan mengambil jurusan hukum. Eeemmm, nggak kebayang gue seorang klepto yang seharusnya jadi tersangka tapi sekarang malah jadi calon pengacara. Ckckck.
Dari dua pengalaman tragis itu, gue bisa ambil kesimpulan kalau gue itu adalah manusia yang benar-benar ceroboh. Keledai aja nggak bakal jatuh dilubang yang sama, itu artinya gue lebih bodoh dari seekor keledai.
Satu nasehat dari gue buat kalian, kejahatan terjadi bukan karena ada motif dari pelaku tapi karena ada kesempatan. Maka WASPADALAH, WASPADALAH !!!!
Kejadiaannya waktu gue masih duduk dikelas satu SMA. Sang klepto itu adalah teman gue sendiri, sebut aja dia Lola. Mascot, itu adalah satu kata yang sering disebut temen-temen gue kalau ngeliat Lola. Mungkin karena tampang dan gayanya yang agak aneh dan lebay. Nggak pernah terpikir di pikiran gue kalau Lola itu adalah seorang klepto. Gue inget banget, tragedi itu terjadi pada bulan Agustus. Saat itu gue dengan 5 teman gue (termasuk Lola) pergi kerumah Rena buat ngebuat dekorasi kelas ( saat itu sedang di adakan lomba dekorasi kelas ).
Hari itu gue emang bener-bener sial. Kejadian buruk berturut-turut nimpa gue di hari yang menyesatkan itu. kesialan yang pertama adalah gue kekunci di kamar mandi rumah Rena waktu gue mau buang air kecil. Takut, sedih dan deg-degan yang gue rasain saat itu. awalnya gue stay cool dengan tetep nyoba buka pintu kamar mandi itu sendiri. Tapi lama-kelamaan itu pintu emang bener-bener nggak bisa kebuka. Akhirnya gue teriak, temen-temen gue yang lain langsung ngibrit buat bantuin gue bukain pintu sialan itu. setelah pintu itu bisa dibuka, gue keluar kamar mandi disambut dengan ketawa geli temen-temen gue yang ngeliat muka gue pucet kayak orang dikejar-kejar setan.
Kesialan kedua gue, yaitu handphone gue lenyap ditangan Lola sang klepto. Awalnya gue nggak sadar kalau handphone gue itu ilang. Gue baru sadar saat gue udah dirumah. Handphone lenyap, semua temen-temen gue teleponin buat nanyain dimana handphone gue itu. tapi nggak ada satu pun yang tau termasuk Lola. Setelah beberapa hari temen-temen gue jadi detektif buat gue, mereka nemuin hasil bahwa Lola lah yang udah ngembat handphone gue. Okeh, gue bisa ikhlas. Biarin aja deh biar Allah yang membalas.
Oiya, sebelumnya gue juga mau cerita. Lola itu emang sering mendapat perlakuan tidak enak dari orang tuanya. Menurut cerita yang sering dia ceritakan ke gue, dia sering di pukulin orang tuanya. Dan apabila dia dipukulin orang tuanya sudah pasti dia kabur kerumah gue dan nginep selama berhari-hari dirumah gue.
Keberadaan Lola di sekolah nggak bertahan lama. Di pertengahan kelas 2 SMA dia pindah sekolah. Dan sampai saat ini, gue nggak tahu dimana Lola berada.
Setelah beberapa bulan nggak punya handphone, akhirnya gue dibeliin handphone baru dengan tipe yang sama oleh bokap gue. Tapi, naas handphone itu pun nggak bertahan lama dicuri klepto seoson 2, Sebut aja dia Reno. Reno adalah senior gue, dia murid baru pindahan dari SMA tetangga. Nggak jelas apa alasan dia pindah sekolah.
Kenapa gue bisa kenal Reno ?? Reno adalah teman satu eskul gue (paskibra), dia mengaku sebagai anggota PPI angkatan 2006. Hebat itu adalah satu kata dari gue buat dia sewaktu tau kalau dia PPI. Sama kayak kasusnya Lola, nggak pernah ada di pikiran gue kalau Reno itu adalah seorang kleepto.
Hari itu ada jadwal latihan paskib. Semuanya dilapangan buat latihan baris-berbaris. Tas dan handphone gue taro di dalem kelas. Dan saat semua keluar kelas, Reno minta ijin kepada pelatih buat kekamar mandi dan saat itu lah handphone gue lenyap. Kebodohan gue kembali keulang, gue baru sadar handphone gue ilang dirumah. Ceramahan dari nyokap langsung nerpa saat nyokap tau kalau handphone gue ilang buat yang ke dua kalinya.
Saat itu gue blum tahu kalau Reno lah yang menggambil handphone gue. Keesokan harinya, saat latihan paskib juga. Salah satu teman gue juga kehilangan handphone. Bagusnya, dia sadar handphonenya ilang disekolah. Nangis-nangis lah dia, sampai acting adegan bunuh diri dengan minum pewangi lantai. Hal itu bikin Reno takut dan beberapa hari setelah itu handphone temen gue itu dikembalikan Reno secara sembunyi-sembunyi sedangkan handphone gue tetep jadi tumbal dan mungkin sekarang masih jadi pajangan di kamarnya dia :(.
Yang gue tahu tentang Reno sekarang, dia kuliah di salah satu universitas swasta di Bogor. Dan mengambil jurusan hukum. Eeemmm, nggak kebayang gue seorang klepto yang seharusnya jadi tersangka tapi sekarang malah jadi calon pengacara. Ckckck.
Dari dua pengalaman tragis itu, gue bisa ambil kesimpulan kalau gue itu adalah manusia yang benar-benar ceroboh. Keledai aja nggak bakal jatuh dilubang yang sama, itu artinya gue lebih bodoh dari seekor keledai.
Satu nasehat dari gue buat kalian, kejahatan terjadi bukan karena ada motif dari pelaku tapi karena ada kesempatan. Maka WASPADALAH, WASPADALAH !!!!
family ^_^
salah satu hal yang paling penting di hidup gue adalah keluarga. mama, papa, ade - ade gue, mereka adalah hal yang amat sangat penting buat gue.
mama yang kadang bikin emosi karena larangannya, papa yang suka bikin keluarga jadi melarat (hahay lebay) dan, ade-ade gue yang resenya naujubila. walaupun kadang mereka suka bikin mood gue ilang. tapi dibalik itu semua, mereka adalah spirit buat gue ngejalanin hidup gue.
nggak pernah kebayang dalam pikiran gue, kalau keluarga gue sampai terpecah belah. mungkin gue akan nangis senangis-nangisnya anak cewek yang lagi nangis atau mungkin gue langsung gantung diri di pohon toge.
gue salut banget sama orang-orang di sekeliling gue yang masih bisa survive buat jalanin hidupnya walaupun mereka hidup di keadaan dimana keluarga mereka udah nggak utuh lagi.
mama yang kadang bikin emosi karena larangannya, papa yang suka bikin keluarga jadi melarat (hahay lebay) dan, ade-ade gue yang resenya naujubila. walaupun kadang mereka suka bikin mood gue ilang. tapi dibalik itu semua, mereka adalah spirit buat gue ngejalanin hidup gue.
nggak pernah kebayang dalam pikiran gue, kalau keluarga gue sampai terpecah belah. mungkin gue akan nangis senangis-nangisnya anak cewek yang lagi nangis atau mungkin gue langsung gantung diri di pohon toge.
gue salut banget sama orang-orang di sekeliling gue yang masih bisa survive buat jalanin hidupnya walaupun mereka hidup di keadaan dimana keluarga mereka udah nggak utuh lagi.
Langganan:
Komentar (Atom)