WELCOME GUYS !!!

my blog is my diary ..
so kalo ada yang merasa tersindir. saya selaku penulisnya mohon maaf lahir dan batin.

"one important thing, kalau ada dari postingan saya yang kurang atau gak kalian suka. kalian bisa langsung kritik saya (email, facebook atau twitter ---> alamatnya ada kok diblog ini)"

HAPPY READING :)

Jumat, 12 November 2010

AUTISTIC CHILDREN

nggak nyangka kemaren bakal ketemu anak yang autis di dalem kereta. mmmm.. kasian. yang gue liat kemaren, anak itu nangis aja, dia juga nggak bisa ngomong selancar orang normal kayak kita. dan yang paling bikin gue salut adalah ibu dari anak autis itu. dia tegar banget, walaupun yang kemaren gue liat, dia dipukul-pukulin anaknya waktu anaknya itu nangis dan dengan sabar dia menenangkan anaknnya itu. emang, ibu yang memiliki autistic children harus punya kesabaran extra buat nanggepin anak mereka.

jadi inget sama buku LIA ( tempat khursus b.inggris ), di buku itu ( explore 3 intermediate, lesson 7 ) ada satu bagian yang membahas tentang autistic children.

dalam bagian itu, ada seorang ibu yang bernama Dyah Puspita ( Ita ). Ita menulis sebuah buku yang berjudul "Untaian duka, Taburan Mutiara".

Ita menceritakan pengalamannya mengurus autistic children. Ikhsan, dia adalah seorang anak autis Ita.

sebelumnya Ita mempunyai banyak kesulitan untuk mengahadapi anaknya. tapi dalam hatinya, ia yakin bahwa dibalik kesulitan pasti ada pelajaran dan itu akan membuat dia menjadi orang yang lebih baik. dia juga menyadari bahwa dia nggak sendiri, banyak orang yang juga mempunyai anak autis seperti dia.

ikhsan memiliki kecerdasan verbal yang lemah, dia nggak ngerti dengan apa yang diperintahkan buat dia. buat ngerespon waktu namanya dipanggil aja udah susah.

ikhsan hidup di dunianya sendiri. dia nggak ngerasa nyaman buat komunikasi sama orang lain. dia juga mempunyai rentang komunikasi yang nggak biasa. inilah yang nyebapin Ita agak susah buat nanggepin Ikhsan.

Ita mulai kembali semangat buat mendidik anaknya setelah dia bertemu dengan Aty Zafar. Ati Zafar adalah seorang ibu yang juga memiliki anak autis. dengan Aty, Ita merasa lebih kuat. dia menyadari kalau dia nggak sendiri. Ita dan Aty saling memberikan support dan saran tentang anak autis.

suatu saat, Aty pergi ke Australia bersama keluarganya untuk mengobati anaknya. saat Aty di Australia, ita tetap berkomunikasi kewat email atau telepon. tapi sayang, suatu ketika suami Aty menelpon Ita untuk memberi kabar kalau Aty sudah meninggal. Ita sangat sedih kehilangan Aty, sperti kehilangan salah satu dalam dirinya.

semenjak kepergian Aty, ita sangat frustasi. dia kembali merasa kalau dia sendiri dan nggak punya kekuatan lagi buat ngadepin anak autisnya.

tapi keberuntungan kemabli kepada Ita. setelah beberapa lama ditinggalkan Aty, Ita bertemu dengan Adriana S. Ginanjar ( Ina ). Ina membantu Ita untuk mewujudkan mimpi Aty untuk mendirikan suatu sekolah khusus untuk anak-anak autis.

dan akhirnya, mereka berhasil membangun sebuah sekolah khusus yang bernama Mandiga ( mandiri dan bahagia ). hasilnya, Ita bisa berbagi pengalaman dengan orang-orang yang mempunyai anak autis.

"kadang kita tidak memiliki banyak pilihan dan beberapa konsekuensi seperti orang lain. itu adalah tugas kita untuk bergabung tangan dan membuat hidup kita bermakna. kita, sebagai manusia, harus percaya Tuhan dan Tuhan akan membantu kita menjadi orang yang lebih baik."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar