Setelah sekian lama merenung buat punya handphone bagus, jadi inget sama 2 klepto yang udah nyolong handphone terbagus yang pernah gue milikin. Itu adalah the worst moment yang gue alamanin.
Kejadiaannya waktu gue masih duduk dikelas satu SMA. Sang klepto itu adalah teman gue sendiri, sebut aja dia Lola. Mascot, itu adalah satu kata yang sering disebut temen-temen gue kalau ngeliat Lola. Mungkin karena tampang dan gayanya yang agak aneh dan lebay. Nggak pernah terpikir di pikiran gue kalau Lola itu adalah seorang klepto. Gue inget banget, tragedi itu terjadi pada bulan Agustus. Saat itu gue dengan 5 teman gue (termasuk Lola) pergi kerumah Rena buat ngebuat dekorasi kelas ( saat itu sedang di adakan lomba dekorasi kelas ).
Hari itu gue emang bener-bener sial. Kejadian buruk berturut-turut nimpa gue di hari yang menyesatkan itu. kesialan yang pertama adalah gue kekunci di kamar mandi rumah Rena waktu gue mau buang air kecil. Takut, sedih dan deg-degan yang gue rasain saat itu. awalnya gue stay cool dengan tetep nyoba buka pintu kamar mandi itu sendiri. Tapi lama-kelamaan itu pintu emang bener-bener nggak bisa kebuka. Akhirnya gue teriak, temen-temen gue yang lain langsung ngibrit buat bantuin gue bukain pintu sialan itu. setelah pintu itu bisa dibuka, gue keluar kamar mandi disambut dengan ketawa geli temen-temen gue yang ngeliat muka gue pucet kayak orang dikejar-kejar setan.
Kesialan kedua gue, yaitu handphone gue lenyap ditangan Lola sang klepto. Awalnya gue nggak sadar kalau handphone gue itu ilang. Gue baru sadar saat gue udah dirumah. Handphone lenyap, semua temen-temen gue teleponin buat nanyain dimana handphone gue itu. tapi nggak ada satu pun yang tau termasuk Lola. Setelah beberapa hari temen-temen gue jadi detektif buat gue, mereka nemuin hasil bahwa Lola lah yang udah ngembat handphone gue. Okeh, gue bisa ikhlas. Biarin aja deh biar Allah yang membalas.
Oiya, sebelumnya gue juga mau cerita. Lola itu emang sering mendapat perlakuan tidak enak dari orang tuanya. Menurut cerita yang sering dia ceritakan ke gue, dia sering di pukulin orang tuanya. Dan apabila dia dipukulin orang tuanya sudah pasti dia kabur kerumah gue dan nginep selama berhari-hari dirumah gue.
Keberadaan Lola di sekolah nggak bertahan lama. Di pertengahan kelas 2 SMA dia pindah sekolah. Dan sampai saat ini, gue nggak tahu dimana Lola berada.
Setelah beberapa bulan nggak punya handphone, akhirnya gue dibeliin handphone baru dengan tipe yang sama oleh bokap gue. Tapi, naas handphone itu pun nggak bertahan lama dicuri klepto seoson 2, Sebut aja dia Reno. Reno adalah senior gue, dia murid baru pindahan dari SMA tetangga. Nggak jelas apa alasan dia pindah sekolah.
Kenapa gue bisa kenal Reno ?? Reno adalah teman satu eskul gue (paskibra), dia mengaku sebagai anggota PPI angkatan 2006. Hebat itu adalah satu kata dari gue buat dia sewaktu tau kalau dia PPI. Sama kayak kasusnya Lola, nggak pernah ada di pikiran gue kalau Reno itu adalah seorang kleepto.
Hari itu ada jadwal latihan paskib. Semuanya dilapangan buat latihan baris-berbaris. Tas dan handphone gue taro di dalem kelas. Dan saat semua keluar kelas, Reno minta ijin kepada pelatih buat kekamar mandi dan saat itu lah handphone gue lenyap. Kebodohan gue kembali keulang, gue baru sadar handphone gue ilang dirumah. Ceramahan dari nyokap langsung nerpa saat nyokap tau kalau handphone gue ilang buat yang ke dua kalinya.
Saat itu gue blum tahu kalau Reno lah yang menggambil handphone gue. Keesokan harinya, saat latihan paskib juga. Salah satu teman gue juga kehilangan handphone. Bagusnya, dia sadar handphonenya ilang disekolah. Nangis-nangis lah dia, sampai acting adegan bunuh diri dengan minum pewangi lantai. Hal itu bikin Reno takut dan beberapa hari setelah itu handphone temen gue itu dikembalikan Reno secara sembunyi-sembunyi sedangkan handphone gue tetep jadi tumbal dan mungkin sekarang masih jadi pajangan di kamarnya dia :(.
Yang gue tahu tentang Reno sekarang, dia kuliah di salah satu universitas swasta di Bogor. Dan mengambil jurusan hukum. Eeemmm, nggak kebayang gue seorang klepto yang seharusnya jadi tersangka tapi sekarang malah jadi calon pengacara. Ckckck.
Dari dua pengalaman tragis itu, gue bisa ambil kesimpulan kalau gue itu adalah manusia yang benar-benar ceroboh. Keledai aja nggak bakal jatuh dilubang yang sama, itu artinya gue lebih bodoh dari seekor keledai.
Satu nasehat dari gue buat kalian, kejahatan terjadi bukan karena ada motif dari pelaku tapi karena ada kesempatan. Maka WASPADALAH, WASPADALAH !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar